seketika suara kecil itu berbisik
ya, suara saudara yang hadirnya tak sekandung tak sejalan
lirih, namun hadirnya menguatkan, meneguhkan
entah apa, mengapa dan kenapa
setiap ucapannya meneguhkanku,
menenangkan goyahan jutaan ombak
menahanku tetap kuat menahan
kamu, memang kecintaan sejati bagiku
kutumpahkan sendu ini kepadamu,
menggunakan sudut pandang orang ketiga sebagai perantara
sejatinya memang sejati, tanpa sebuah kata jelas dari gubahanku
kamu mampu memberikan kata cerah bagi mataku
terimakasih memberiku kata kuat,
untuk yakin
mempertahankan kata nyamanku untuknya
untuk dia, yang mencoba membuatku tak nyata
yang dari semulanya adalah ragu untukku
bagimu, tanpa mencoba aku tak tau benar rasanya
memperbaiki kesalahan dengan kata bertahan dalam diam
Komentar
Posting Komentar