seulang

setelah sekian lama, Tuhan seolah beri aku jalan untuk berjumpa orang baru. entah apa tujuannya, dia cukup membuat aku terkesan dan ingin segera pergi dari perasingan. kenyamanan dari sikap dewasanya mampu membuatku membuka mata bahwa kesakitan tidak selamanya harus membuatku menutup diri. namun sayangnya, kehadirannya terkesan cukup sementara, segera setelah dimulai harus diakhiri. ada satu hal yang membuat aku merasa bahwa afeksi adalah sesuatu yang sangat sakral dan syarat makna sehingga aku memilih mundur dengan bijak karna aku tidak layak menjadi sesuatu yang sakral bagi dia. aku hanya ingin ucap terimakasih, sudah ada dan sempat menjadi bagian yang cukup penting dalam hidupku.
tetapi di masa yang sama, seketika bagian dari masa lalu datang menyambangi, masa lalu yang belum sempat terselesaikan sesuai apa yang diharapkan waktu itu. entah sihir apa yang ada, seakan semesta turut andil dan campur tangan. seketika aku mampu menjadikannya sebagai objek afeksiku dan menyadari bahwa aku membutuhkannya dalam hidupku sehingga aku berusaha betul memperbaiki apa yang dahulu pernah salah yang menyebabkan kita memutuskan untuk mengakhiri sebelum dimulai.
maukah kamu memulai segalanya lagi dari awal denganku?

Komentar